Teknologi Hasil Pertanian dalam Perspektif Islam

Kajian Sainstifik Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang Tema Teknologi Hasil Pertanian dalam Perspektif Islam


Bismillaahirrahmanirrahim,

Sebelum kita melangkah pada topik pembahasan yakni Teknologi Hasil Pertanian dalam Perspektif Islam alangkah baiknya jika terlebih dahulu kita memahami Ruang Lingkup Teknologi Hasil Pertanian. Jadi, Teknologi Hasil Pertanian terdapat tiga ruang lingkup, yakni:
  1. Penanganan, yakni meliputi tentang teknik mengumpulkan, menumpuk membersihkan, memilah, menimbang, mewadahi, mengikat, memuat dan membongkar atau memindahkan hasil/olahan pertanian.
  2. Pengamanan, meliputi tentang teknik membungkus, mengemas, melindungi serta menyimpan hasil/olahan pertanian.
  3. Pengolahan hasil pertanian, yakni bagaimana memberikan keluaran atau produk yang memiliki sifat jauh berbeda dengan bahan semula, atau bentuk/sifat/karakter semula berubah secara drastis atau radikal.
Untuk lebih jelas mengenai Ruang Lingkup Teknologi Hasil Pertanian dapat dilihat dalam "Menyelami Program Studi Teknologi Hasil Pertanian" 


Setelah lebih mengetahui mengenai Ruang Lingkup Teknologi Hasil Pertanian tadi, tentunya teman-teman sudah ada gambaran mengenai Teknologi Hasi pertanian bukan?

Berbicara tentang Teknologi Hasil Pertanian dalam Perspektif Islam  mari kita kaji bersama mengenai Ayat-ayat Al-Qur'an Mengenai Teknologi Hasil Pertanian yakni

Yang pertama dalam QS. Yaasin:33, berikut:
وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلْأَرْضُ ٱلْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَٰهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ 
 "Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan."
Dalam QS.Yaasin ayat 33 membahas mengenai dahulunya bumi adalah planet yang mati dan kemudian Allah swt. ciptikan kehidupan dan menyediakan tanaman bagi manusia. Selain berfungsi sebagai suplai oksigen bagi kehidupan, digunakan pula sebagai sumber makanan yakni dengan memanen bijinya untuk dikonsumsi.
Biji disini dimaksudkan adalah hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan bagi manusia dalam pemenuhan kebutuhan primernya, yakni makan.

Kedua adalah QS.Yaasin:34, berikut:
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَٰبٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ ٱلْعُيُونِ
"Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air." 
Dalam QS.Yaasin ayat 34 membahas adanya bimbingan dari Allah untuk melakukan budidaya. Saat ini, sudah banyak ditemukan beberapa teknologi yang digunakan untuk melakukan budidaya pertanian guna untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Selain itu, difirmankan pula mengenai mata air. Secara harfiah, mata air disini bisa dimaknakan pemanfaatan air untuk pertumbuhan tanaman pertanian. Misalnya digunakan untuk penyiraman. Mata air ini kemudian dialirkan sebagai sumber air atau irigasi.
Hubungannya dengan hasil pertanian disini adalah jika dilakukan budidaya pertanian dengan baik, maka produktivitas hasil pertanian yang dihasilkan juga akan optimal.

Yang ketiga adalah QS. Yaasin:35, berikut:
لِيَأْكُلُوا۟ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
"Supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?"

Dalam QS.Yaasin ayat 35 membahas mengenai hasil pertanian yang dapat dimakan langsung dan dapat diolah dilihat dari firman Allah swt "...dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka.." Tentunya disini manusia diberikan akal/pikiran oleh Allah swt agar dapat mengolah hasil pertanian yang telah diciptakanNya agar tudak mudah rusak/awet.

Firman Allah swt yang keempat adalah dalam QS.Al-Baqarah:22,yakni:
ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ فِرَٰشًا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءً وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air hujan dari langit , lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui."
Dalam QS.Al-Baqarah ayat 22 membahas mengenai Allah swt turunkan hujan agar manusia dapat berpikir dan memanfaatkannya sebagai sumber cadangan air. Misalnya, dengan menggunakan sistem sawah tadan hujan atau membuat bendungan.
Ayat di atas jelas Allah swt selalu memberikan jalan keluar ketika manusia sedang dalam kekurangan air (berhubungan dengan tanaman mereka). Dengan menurunkan hujan, dan manusia diperintahkan untuk menggunakan akalnya dengan membuat sistem/teknologi yang bisa memaksimalkan apa yang telah Allah swt berikan.


Firman Allah swt yang kelima adalah dalam QS.An-Nahl:67, yakni:
وَمِن ثَمَرَٰتِ ٱلنَّخِيلِ وَٱلْأَعْنَٰبِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
"Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rizqi yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah swt) bagi orang yang memikirkan."
Dalam QS.An-Nahl ayat 67 secara umum membahas mengenai pengolahan hasil pertanian. Beberapa orang mengolah hasil pertanian tersebut tidak lagi mementingkan halal/haramnya.
Pada awal perkembangan teknologi pengawetan makanan, teknologi yang berkembang yakni teknologi pengeringan dan pembuatan minuman. Pembuatan minnuman menjadi perhatian dalam Al-Qur'an karena banyaknya produksi minuman yang jelas haram karena mengandung Alkohol yang dapat memabukkan.
Kita sebagai manusia tidak hanya diperintahkan mengolah bahan hasil pertanian menjadi sebuah produk namun juga tetap mementingkan sisi hukumnya. Disinilah Allah swt melihat siapa saja HambanyaNya yang taat dengan memikirkan hukumnya.


Selanjutnya mari kita membahas Masalah Teknologi Hasil Pertanian yang Bertentangan dengan Al-Qur'an atau Hadist Shahih, berikut:
  • Penggunaan bahan kimia berbahaya saat pemeraman. Tentunya penggunaan zat kimia berbahaya  akan mengakibatkan kerugian terhadap orang lain (konsumen) dan tentunya perbuatan seperti ini amat ditentang dalam ajaran agama islam, seperti dalam QS. Al-Zaljalah: 7-8, Allah swt bersabda: 
 "Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya juga."
  • Pengawetan buah-buahan dengan menggunakan lilin. Perbuatan tersebut juga sangat ditentang dalam ajaran agam islam, dalam QS. Ali Imran: 57 telah diperingatkan:
"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah  tidak menyukai orang-rang yang zalim."
  •  Pembuatan produk hasil pertanian menggunakan gelatin tulang babi. Tentunya makanan haram (contohnya babi) amat ditentang dalam agama islam,tidak hanya itu babi haram dikonsumsi karena binatang babi memang bukan hewan yang tidak untuk disembelih karena tidak memiliki leher. Sedangkan dalam agama islam hewan yang akan dimakan mestinya disembelih terlebih dahulu. Tidak hanya itu dalam tubuh babi terdapat pula cacing pita yang pastinya amat berbahaya bagi manusia yang tidak akan mati meskipun telah di masak ataupun dipanaskan dalam suhu tinggi sekalipun.   dalam QS.Al-Baqarah:168 Allah swt berfirman: 
 "Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu."
  •  Penambahan bahan kimia berbahaya dalam produk hasil pertanian.Penambahan bahan kimia berbahaya dalam produk hasil pertanian tentunya akan berdampak negatif dalam tubuh. Dari Abi Sa'id al-Khudri Radyiallahu anhu dari Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
 "Barang siapa mengkonsumsi sesuatu yang baik, melaksanakan sunnah dan masyarakat sekitarnya tidak terganggu dengan keburukannya, maka dia masuk surga". (HR.Tirmidzi)
Selain itu dari Rifaah ra. Bahwasanya Nabi SAW pernah ditanya: pekerjaan mana yang paling baik? Beliau menjawab: "karya tangan seseorang dan tiap-tiap penjualan yang baik (HR Bazzar. Hadist shahih menurut Akim).

 

Komentar